IslamUniversal

Berisi artikel tentang Islam dan Sejarah Kejadian Umat Terdahulu, sebagai refleksi kita dalam menjalani kehidupan selanjutnya.

Spit Non Fiction

Dituangkan dalam tulisan yang ringka dan sederhana, sehingga memudahkan pembaca dalam menelaahnya.

Download E-Book Islami

E-Book dari buku-buku islam, sebagai penambah pengetahuan kita di dunia islam, is all free to share.

Download Software Islami

Disediakan software islami yang bisa anda download, seperti, ArabicPad, Pengingat Sholat, Penghitung Zakat, Tafsir Al-Qur'an dan masih banyak software islami yang mudah-mudahan bisa menambah pengetahuan kita sebagai muslim.

Al-Qur'an Sebagai Sumber Utama

"Dan sesungguhnya telah kami mudahkan AlQuran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran ?" (QS. Al-Qamar [54]: 17, 22, 32, 40).

Tampilkan postingan dengan label Kisah dalam AlQuran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah dalam AlQuran. Tampilkan semua postingan

Sisa-sisa Kehancuran Kaum Tsamud


MADAIN SALEH
Sisa-sisa Kehancuran Kaum Tsamud
Kaum Tsamud dikenal sebagai arsitektur dan entrepreneur yang hebat pada masanya.

Madain Saleh1
Gunung yang dipahat kaum Tsamud dan dijadikan sebagai tempat tinggal mereka. Tempat tinggal mereka itu terletak di wilayah Madain Saleh, sekitar 440 km dari Madinah. Kaum Tsamud dikenal sebagai arsitektur yang sangat ulung karena mereka mampu membuat rumah yang dipahat di gunung-gunung.

D
alam AlQuran banyak sekali dijelaskan tentang kehancuran bangsa-bangsa atau kaum terdahulu, yaitu kaum yang tidak mau beriman kepada Allah SWT. diantaranya bangsa ‘Ad (umat Nabi Hud AS), kaum Tsamud (umat Nabi Saleh AS), bangsa Madyan (umat Nabi Syuaib AS), kaum Nabi Luth AS, Nabi Ibrahim AS serta kaum Nabi NuhAS.
            Seperti umat lainnya, umat Nabi Saleh AS yaitu kaum Tsamud, juga dihancurkan karena mereka tidak mau beriman kepada Allah dan tidak mengakui Saleh sebagai seorang Nabi. Mereka dihancurkan oleh Allah dengan adzab yang sangat mengerikan, yakni berupa petir yang menggelegar sehingga meruntuhkan bangunan tempat tinggal mereka.
“Dan satu suara yang keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zhalim itu, lalu mati bergelimpangan di tempat tinggal mereka, seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud.” (QS. Hud[11]:67-68)
            Sebelumnya, kaum Tsamud ini diperintahkan untuk menyembah Allah dan mengikuti ajakan Nabi Saleh. Namun mereka enggan melakukannya. Bahkan, ajakan Nabi Saleh itu justru dianggap oleh mereka sebagai penghinaan terhadap kaum Tsamud. Di saat mereka mengikuti dakwah Nabi Saleh, mereka ingin bukti bahwa Nabi Saleh adalah seorang utusan Allah dengan sebuah mukjizat agar mereka bisa percaya.

UMAT NABI HUD

KAUM ‘AD – UMAT NABI HUD

Irama Dzaati al-Imaad


Reruntuhan yang berhasil digali oleh para peneliti arkeologi di kawasan Ubar. Mereka meyakini, bangunan yang berada di bawah tanah ini adalah sisa-sisa peninggalan kaum ‘Ad.

N
abi Hud AS. adalah salah seorang Rasul yang diutus oleh Allah SWT kepada kaumnya, yakni ‘Ad untuk menyembah dan beriman kepada Allah serta tidak menyekutukannya, namun, umatnya justru menanggapi dengan rasa permusuhan, mereka menganggap Nabi Hud  sebagai manusia biasa yang tidak mempunyai kemampuan atau kelebihan apa pun dibandingkan mereka (Kaum ‘Ad). Umatnya ini menganggap Nabi Hud AS.  sebagai pembohong, bodoh, dan telah mengubah kebiasaan yang telah dilakukan oleh para leluhurnya terdahulu.

Majma' Al-Bahrayn (Pertemuan dua laut)


MAJMA’ AL-BAHRAYN
Pertemuan Musa dengan Hamba Allah yang Saleh

Pendapat yang paling kuat tentang dua laut itu adalah Laut Rum dan Laut Qalzum (Yordania) atau Laut Putih Dan Laut Merah yang terletak di Teluk Aqabah dan Terusan Suez di Laut Merah.



D
alam surah Al-Kahfi[18], sedikitnya terdapat tiga buah kisah yang menjadi pelajaran bagi umat manusia. Ketiga cerita yang terdapat dalam surah tersebut adalah kisah tujuh orang pemuda penghuni gua yang beriman kepada Allah, kisah Zulkarnain, serta kisah Nabi Musa AS yang bertemu dengan hamba Allah yang saleh.
            Dalam beberapa keterangan, para ulama menyepakati bahwa yang dimaksud hamba Allah yang saleh dalam surah Al-Kahfi[18] tersebut adalah Nabi Khidir AS. Selengkapnya kisah tersebut terdapat pada ayat 60-82

Maraj Al-Bahrayn (Laut dua warna)

MARAJ AL-BAHRAYN
Laut Dua Warna
Inilah salah satu bukti nyata kuasa Allah. Sejumlah ahli menemukan laut dua warna yang tak pernah bercampur yang terletak di selat Gibraltar yang menghubungkan lautan mediterania dan samudera atlantik.

“… Ya Tuhan kami, tidaklah engkau menciptakan segala sesuatu di muka bumi dalam keadaan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka selamatkanlah kami dari siksa neraka.” (QS Al Imran[3]: 191).
“Wahai jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, niscaya kamu tidak akan dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan (ilmu pengetahuan).” (QS Ar-Rahman[55]: 33).

Ratu Saba

RATU SABA (QUEEN SABA)  --- back to main article

Ibnu Katsir meriwayatkan bahwa Saba adalah gelar bagi raja-raja dari Yaman. Ratu Saba adalah salah satunya. Mereka berkuasa di daerah itu pada waktu seribu tahun sebelum kelahiran Nabi Isa AS. Ratu Saba menyerahkan seluruh dinastinya ke tangan Nabi Sulaiman AS pada sembilan ratus lima puluh tahun sebelum kelahiran Nabi Isa AS. Al Qur’an tidak menyebutkan baik nama sebetulnya dari Ratu Saba maupun bagian mana dari Yaman yang dikuasainya. Al Qur’an hanya menyebutkan bagian dari cerita itu yang menjadi petunjuk bagi manusia dan membawa manfaat bagi kemanusiaan. Tetapi, pada riwayat-riwayat Yahudi Ratu Saba disebut sebagai Bilqis.


Situs yang diduga peninggalan Kuil Saba di Ma'rib - Yaman

Raja Namrudz / Nimrod

Sebuah lukisan karya Pieter Bruegel yang berjudul Menara Babel menggambarkan Namrudz sedang menginspeksi para tukang batu.

Raja Namrud (hidup sekitar tahun 2275 SM-1943 SM) juga disebut eja Namrudz bin Kan'aan (Arab نمرود بن كنعان, Inggris Nimrod, Bahasa Ibrani: נִמְרוֹד, Standar Nimrod Tiberias נִמְרֹד; Nimrod) (2275 SM - 1943 SM) adalah salah satu seorang Raja yang memerintah Mesopotamia kuno (kini dikenal negara Irak). Ia memiliki gelar "a mighty hunter" yang berarti "pemburu yang hebat" atau "pemburu yang perkasa", karena kehebatannya dalam berburu. Nama lengkapnya adalah Namrudz bin Kan'aan bin Kush bin Ham bin Nuh (Nuh as) atau juga beberapa pendapat (Raja Namrud bin Kush bin Ham bin Nuh). Selain itu beliau diberi gelar Dewa Bacchus atau Dewa Anggur dan Dewa Matahari. Namrudz sendiri merupakan kata jamak yang memiliki pengertian "Mari memberontak". Namanya tercatat dalam Taurat, Injil dan kisah-kisah Islam.

Pada zamannya, Namrudz merupakan seorang raja yang cerdas, namun kecerdasannya itu membuatnya bersikap sombong dan takabur dan sehingga ia mengaku menjadi atheis atau sebagai Tuhan dan usahanya selalu mendapatkan tantangan hebat dari Nabi Ibrahim AS. Namanya terkenal karena usahanya sebagai pendiri Menara Babel. Menurut Alkitab pemerintah termasuk Babel, Erech, Accad, dan Calneh, di tanah Shinar, yang juga dikenal sebagai tanah Namrud.


Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites